Hampa Sunda Kelapa..
Sunda Kelapa…
Saksi kemenangan Fatahillah melibas Portugis di hari ke-22 bulan Juni lima abad lalu.
Penguasa kota pun menashihkan angka keramat tadi sebagai hari jadi ibu kota negeri ini.
Tak ada kesan istimewa saat diri ini menengokmu lagi subuh ini.
Bersama kru, kami menyiarkan secara langsung obrolan seputar ini itu tentang dirimu yang renta, bersama dengan perawat mu yang renta pula.
Hampa, tak ada bekas sejarah yang dasyat.
Foto-foto dirimu yang cantik telah memenuhi katalog wisata, buku sejarah, promosi kegiatan dan iklan elektronik. Sayang, itu semua tak cukup menyembunyikan wajah dirimu yang renta, kotor, kumuh….
Maunya sih, mengundang pelancong barat.
Maunya sih, menonjolkan bekas sejarah.
Maunya sih, sebagai landmark kota tua. 
Tapi yaa cuma cita-cita manis yang ada di angan2 saja…
Hai kau penguasa kota, rawatlah dirinya yang renta ini.
