handphone
Friday, November 25th, 2005Apa aja sih, manfaat yang bisa digunakan pada sebuah hand.phone?
Alat komunikasi?
SMS ?
Ataw kamera digital?
Itu seh udah basi.
Masih ada lagi yg lain : yaitu sebagai pengalih rasa ‘gak pede.
Misalnya begini, loe janjian kencan di sebuah cafe. Tapi ternyata, kencan loe belum dateng. Padahal loe udah buru-buru takut telat. Trus, saking grusah-grusuhnya, pintu yang bacaannya "push" malah loe "pull". Akibatnya, loe tarik-tarikan sama orang yang mau keluar dari cafe. Trus, pintunya dia lepas karena kaget. Akibatnya, kepala loe jadi kejedug pintu. Mokal (malu) dah.
Trus, sambil meringis menahan benjol, loe coba mencari dimana kencan loe duduk. Tapi si dia tak tampak wujudnya. Yang ada malah mata loe beradu sama pandangan tamu-tamu lain yang meliat loe dengan pandangan: "kacian de lu, kejedug pintu", ataw pandangan: "Hayo..hayo.. mau kemana lu? kursi dah penuh semua."
Nah, kalo udah gitu, apa yang bisa nolong loe dari perasaan yang menderita begitu? Ambilah handphone loe. Buat lah gerakan seakan-akan menelepon. Trus, keluarkanlah suara mendecak kesal, karena (seolah-olah) tidak mendapat sinyal bagus. Lanjutkan dengan mengetik sms. Gak perlu betul-betul mengirim setelah mengetik, karena percuma. Ternyata pulsa loe tinggal lima pe’ol. Tapi niscaya, penderitaan malu loe itu akan banyak berkurang.
Nah, coba perhatikan org yg lagi sendirian menunggu di mall, tempat fitness, kafe, rumah biliyar, tempat bowling dan lainnya. Handphone hampir pasti jadi temannya. Tapi niscaya, apa yg dilakukannya gak bener-bener lagi pengen telpon ataw pengen sms-an. Pulsa lagi mahal, bo!
Itu terjadi juga sama salah karyawan di kantor. Krn kikuk gak kenal satu pun orang di tempat fitnes, doi langsung ngeluarin handphone sambil ngeloyor pergi. Lain hari, juga ada seorang cewe yg lamaaaaa banget (seolah-olah) sibuk sama hp-nya . Kayaknya dia gak ‘comfert’ sama suasana tempat bilyar dimana dia diajak sama pacarnya buat ketemuan sama temen2 lama si cowo’. Hehehe, kacian.