PLAYBOY INDONESIA
Sunday, April 16th, 2006Jakarta, 13 April 2006
FPI mensomasi dan menyerang kantor penerbitnya kemarin. Terus ketua MPR minta tidak ada sweeping anarkis. Padahal pemerintah udah kasih izin usaha penerbit.
Tapi loper majalahnya malah ditangkepin polisi.
Lalu persatuan ini itu protes peredarannya. Tapi menkominfo bilang gak bisa melarang. Polisi coba liat apa ada unsur pidana pasal 282 KUHP. Padahal gak ada satu halaman pun yang ada model telanjang. 
Bingung…. Mana yang punya alasan rasional?
Kalo anarkis terus ditangkap, itu rasional.
Kalo ada gambar telanjang terus kena jerat KUHP, itu baru rasional.
Kalo emang buat dewasa, terus diatur peredarannya, itu baru rasional.
Kasian penerbitnya, investasinya udah mahal. Kasian pemerintah, jadi bulan-bulanan protes terus. Kasian yang suka protes, jadi capek teriak-teriak di terik matahari. Kasian loper majalah, gak tau apa-apa malah jadi sial ketangkep.
Kasian gue kehabisan majalah yang jadi langka ini.
