NYOKAP

January 10th, 2007 by chemistry-seeker

Ini nyokap gw…

Img_0131

Akhir tahun lalu kita pergi berdua, ke dataran tinggi di wilayah Semarang yang dingin. Di Kopeng sana, warga sekitar banyak menjual bunga. Untuk mendukung gerakan wisata, kata mereka.

Img_0138 Kios kembang mbah Paimah ini jadi kunjungan pertama pagi itu. Dia jual kaktus-kaktus mungil yang lucu. Seribu rupiah saja satu potnya, kata si Mbah. Ya, seribu perak. Nyokap ambil lima deh.

Besoknya kita ketemu sedulur-sedulur di luar kota. Wah, nyokap seneng banget tuh. Abis, udah lama banget gak ketemuan. Gw sendiri takjub dengan sejumlah wajah yang masih gw inget waktu kecil dulu.

Img_0176 Duh seneng deh gw liat nyokap seneng :)

Senjang

December 20th, 2006 by chemistry-seeker

Kami dan mereka, ….senjang,

Kami yang gen x , dan mereka yang gen y dalam satu kantor.

Gen x (kelahiran 1963 - 1978), Gen y (kelahiran 1979 - 1988),

satu dekade senjangnya, hampir tak percaya.

Gen_x_y 

Tapi mereka adalah orang-orang yang mengasyikkan.

Relasi kami seperti kakak dan adik, bukan seperti orang tua dan anak.

Tapi bisa jadi karena lingkungan kerja kami di media. Entah bila ada di lingkungan di instansi pemerintah? (sinis ya?).

Kesenjangan tak terasa saat berkomunikasi dengan mereka.

Tapi lain cerita saat bicara soal artis.

Beberapa dari Gen y’s ini tak kenal Julius Sitanggang, tak kenal Sandro Tobing.

Boro-boro nama macam Masnait Vokalgrup, Lex Trio, Bill and Broad, atawa pasangan aktor dan aktris WD Mochtar dan Sofya WD?

Senjang….

DIRTY…

December 20th, 2006 by chemistry-seeker

Jakarta, 18 Des 06

Lama gak ketemu, lima "jojoba" (jomblo2 bahagia, 2 lekong, 3 pereu) kumpul di brew & co, hotel baru, daerah menteng. Ngobrol apa kali ini?

How’s life? Our ex’s ?

Nope.

Kita bicara dikit soal film ‘Eragon’ (padahal yg udah nonton cuma 2 orang, dan gak ada satupun yang baca bukunya).

Kita juga bahas sekilas operasi kateter kandung kemih. Ada juga satu jojoba pereu menegaskan pada pereu lainnya, bahwa saluran reproduksi dan urin adalah dua saluran berbeda pada kelamin mereka, (kayaknya mereka udah pada mabok).

Yang sengit adalah diskusi soal man from mars, woman from venus. Satu pereu bilang ia butuh pendamping karena mereka tak cukup mandiri dan alasan kelemahan kodrati. Yg lain berkeras kalo ia bisa mandiri tanpa harus ada pria. Pria menjadi pendamping hidup untuk memenuhi kebutuhan biologis (u, yeaah).

Capek berdebat, ujung-ujungnya pada ngomong jorok semua. Emang enak ngomong jorok, bisa lepasin stress, kata seorang anggota aktif jojoba.

Kosakata baru terus keluar dari para jojoba ini:

Buser, buang di puser, atau butet, buang di teti. Udah basi !

Ada lagi buduk atau busep, alias di handuk dan di seprei. NAJEEZZ !!

Ada yang lebih kreatif?

Ada.

Bunyi alias buang sambil nyanyi………(mana biissssaaaa ??!!)

Ada yang bisa bikin singkatan dari budi ?

monyet

December 15th, 2006 by chemistry-seeker

monyet!

ya, monyet!

gw udah bikin janji untuk diperiksa dokter.

dapet giliran nomor dua. itu artinya sekitar pukul delapan malam.

tapi rs telp, bilang berapa lama lagi gw tiba di rs.

gw bilang 30 menit lagi (sudirman-ps minggu, jumat sore).

dan ternyata……..dokternya gak mau nunggu.

monyet!

dokter2 yang udah banyak duit gitu mestinya dilempar ke daerah bencana.

biar tau kalo banyak orang yang sekarat, dan perlu bantuan tanpa harus ngasih duit.

emosii gw !

PERIH

December 14th, 2006 by chemistry-seeker

Perih….

Nyeri…

Hampir tiap saat.

Aku mesti apa ?

Yah, tak ada cara lain…harus periksa.

Batu ginjal gw pasti kambuh.

Ough….

Image001

cadas

September 4th, 2006 by chemistry-seeker

Jakarta, 05 Sept 06

BBs Cafe menteng, malam minggu lalu, malam yang cadas. Sekumpulan orang empat puluhan tahun, mainkan lagu-lagu berani, berirama rock, cadas. Sound bagus, vokal bagus, lead gitar bagus, lagu bagus.

Menjelajah dari genre ke genre, dari masa ke masa, bukan dari kamera ria, atau arena dan juara.

Mulai dari Deep Puple hingga White Snake, mulai Rush hingga Van Halen, mulai dari Lenny Kravitz hingga Gun’s n Roses. Dari yang bikin gw mengangguk ngerti, sampai menggeleng bingung.

Bukan asal cadas, tapi ber -skill tinggi. Bukan cuma keras, tapi juga harmonis.

Mereka, Dodi Katamsi, Amirroes, Bakar dan lainnya, rocker-rocker yang besar di panggung, yang sejak gw masih bercelana pendek. sudah dengar namanya. Malam itu, malam cadas. Yang jelas malam itu bukan malam terakhir bagi kita, untuk mendendangkan lagu-lagu yang berani. Ough…yeah.

“beri”

September 4th, 2006 by chemistry-seeker

Jakarta, 04 Sept 06

Ibu-ibu muda bilangnya "pup". Anak kecil bilangnya"ee". Dokter nyebutnya "b a b ", orang udik bilangnya ber@k. Anak nongkrong tahun 80-an bilangnya "boker", temen gw yang aneh bilangnya "richard grieco" (bintang film lawas yang main di serial tv tahun ‘89 dengan judul "booker"). Booker

Temen aneh gw yang lain bilangnya "nai".

Gw sendiri lebih suka bilang "beri" (spt pada kata "feri").

Tingkatannya, nomor dua tersopan, setelah "pup", sebelum "boker" dan jauh di atas "nai".

Dan hari ini gw udah lima kali "beri".

Ya, udah gw itung, gak kurang dari lima.

Setengah jam lalu gw abis makan kenyang, dan sekarang lagi minum kopi. Sebelum tidur, mungkin bisa nambah "beri" lagi.

Nikmat….

GOOGLE

September 4th, 2006 by chemistry-seeker

Google, referensi nomor satu buat banyak hal.

Untuk cari perhitungan matematik, input dengan contoh formula sbb: 5*5, atau input : (5*5)+25

Cari teks lagu, input : "one day in your life", "michael jackson", lyrics  atau mau cari "kunci" gitar, input : "enter sandman", metallica, chords

Konversi kurs, input : 1,000,000 usd in rupiah, atau 1,000 singapore dollar in rupiah 

Konversi satuan ukuran, input: 1,000 fahrenheit in celsius, atau 15 miles in kilometer

Cukup enter, pertanyaan Anda akan terjawab.

Wikipedia jadi pelengkap yang klop di google.

Mayu cari mana yang benar, konkrit atau konkret ? Perancis atau Prancis ? standar atau standard ? standarisasi atau standardisasi?

Sila input :  penulisan baku, wikipedia.

Atau bila ingin tau profil sebuah negara, input : Israel, wikipedia, untuk cari tau negara teroris itu.

Selamat mencoba….

Fiksi: Mulut Besar

August 31st, 2006 by chemistry-seeker

Sultan, fotografer narsis, di sebuah majalah laki-laki, kembali berkoar. Ia mengaku baru saja meniduri Amel, seorang model yang ia foto untuk halaman tengah majalahnya.

"….itu anak baru kenal gue dua hari lalu di sesi foto . Tau-tau kita jadi deket. Kayaknya dia kepincut ‘ma gue. Malah sering curhat. Terus kita jadi sering jalan bareng gitu deh. Malah dia yang ngajak gue untuk nginep di kostnya semalam." cerita Sultan.

Temen-temen lamanya paling tau gaya Sultan yang lagi ‘lebih’ begini. Mereka sih cuma diem aja. 010Atau kalo ada kesempatan, segera cari topik lain. Tapi yang kasian adalah anak-anak baru. Dibebani beban moral untuk menghormati seniornya, para lulusan kuliah ini kayak kambing conge’. Mereka juga bingung harus merespons apa. Salut, takjub atau gak percaya? Yang jelas gak ada yang berani keluar dari obrolan. Cerita-cerita begini emang paling digemari Sultan. Dan anak-anak baru selalu menjadi pendengarnya yang baik.

Sampai suatu saat,  Sultan berubah. Mulut bau nya tak lagi banyak bacot. Bukan sariawan yang membuatnya lebih banyak diam. Bukan pula sakit badan yang datang di musim kemarau. Tapi karena sebuah berita aib tentang dirinya. Entah dari mana asalnya, beredar berita kalo Sultan ber titit kecil. Sultan cuma ingat, minggu lalu ia pipis bersama empat orang di toilet kantor. Mereka bersebelahan, mengencingi urinernya masing-masing. Sultan curiga, orang disebelah kanan dan kirinya lah yang memergoki barang kecilnya itu. Berita itu beredar luas di kantornya, terutama di kalangan anak baru. Tak heran, setiap kali Sultan berkoar ke anak baru, banyak yang memberi respons meledek. Walau tak mengarah langsung kepadanya, banyak yang menimpali cerita nya dengan lelucon soal penis kecil. Ia merasa tersindir. Parahnya lagi, kabar tentang ‘titit’- nya yang kecil itu juga terdengar sampai kuping model-model perempuan yang di foto Sultan.

Sad 

Kini mulut Sultan, lebih kecil. Sepertinya mengkerut, hingga tak lagi bisa menganga. Habis sudah, pikir Sultan. Apa lagi yang bisa diumbarnya? Seorang fotografer? Tak lagi, karena ia sekarang fotografer dekil, tak punya teman, dan ber titit kecil.

Tragis.

Fiksi : Kiki dan Satria

August 30th, 2006 by chemistry-seeker

Kiki, alias Abdul Rizki, mahasiswa berperawakan gendut, hitam, rambut keriting, tampang pas-pasan. Dia lagi sedih. Hubungan dengan pacarnya tak berlanjut sejak pekan lalu. Kiki marah, dia meratapi nasibnya. Sebelum berhubungan dengan pacarnya ini, Kiki sudah berkali-kali usaha biar dapet cewe. Setidaknya tiga kali dia ditolak cewe.

Berbeda dengan Satria, alias Yudha Satriatama, mahasiswa berperawakan atletis, sawo matang, rambut Tao Ming she, tampang Ali Topan. Satria lagi berbunga-bunga. Cewe incerannya mau kasih nomor hp-nya. Tapi Satria bingung, gimana cara bilang suka ke cewe itu. Sebelumnya ada tiga cewe yang beri sinyal bagus ke Satria. Tapi belum ditembak, semuanya udah keburu di gebet cowo lain.

Kiki dan Satria bertemu. Keduanya bertukar masalah. Yang satu, sepertinya dalam kenestapaan, sementara yang lain seperti lagi di atas angin. Usai bertemu, Kiki jadi lebih percaya diri. Dibanding Satria, jelas dia jauh berpengalaman. Paling tidak,  Kiki sudah nembak empat cewe, tiga nolak, satu nerima, walau pekan lalu putus juga. Nah, Satria? Gak pernah tuh nembak satu cewe pun. Payah, pikir Kiki. Kini Kiki tak lagi sedih. Baginya cowo harus udah pernah nembak cewe, ngerasain ditolak, dan ngerasain putus pacaran. Itu jauh lebih baik daripada tak bernyali macam Satria, pikir Kiki.